Koordinasi Bawaslu Dengan KPU Batang Hari Terkait Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan
humas | Kamis, Juli 3, 2025 - 12:03
Muara Bulian - Bawaslu Batang Hari
Dalam rangka memperkuat sinergi pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), Bawaslu Kabupaten Batang Hari melakukan Koordinasi dengan KPU Kabupaten Batang Hari untuk melakukan koordinasi bersama. Kegiatan ini berlangsung di Kantor KPU Kabupaten Batang Hari.
Dalam berkoodinasi Robbiansyah menegaskan pentingnya membangun sinergi data yang sinkron antara KPU dan Bawaslu. Ia menekankan bahwa kesesuaian data pemilih antara kedua lembaga menjadi pondasi penting dalam menjaga kualitas daftar pemilih yang akurat dan mutakhir.
"Pemutakhiran data pemilih ini tidak bisa dilakukan secara sepihak. Dibutuhkan sinkronisasi yang solid antara KPU dan Bawaslu agar tidak terjadi perbedaan data yang dapat memicu persoalan di kemudian hari. Bahkan, saya menilai perlunya forum duduk bersama antara KPU, Bawaslu, dan Dinas Dukcapil untuk membahas lebih lanjut pemutakhiran data pemilih berkelanjutan secara berkala dan terbuka," ujar Robbiansyah.
Lebih jauh, Robbiansyah juga menyoroti pentingnya penerapan Coklit (Pencocokan dan Penelitian) berbasis KTP. Ia menegaskan bahwa dalam proses coklit, petugas harus benar-benar memastikan kesesuaian data di lapangan dengan identitas kependudukan yang dimiliki pemilih.
"Saya berharap proses coklit yang akan datang berbasis KTP. Artinya, verifikasi di lapangan harus dilakukan dengan teliti agar data pemilih yang masuk benar-benar valid dan sah," tegasnya.
Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Batang Hari Hendri, yang juga menjabat sebagai Kepala Divisi Data, menyampaikan bahwa jumlah pemilih potensial di Kabupaten Batang Hari saat ini diperkirakan mencapai kurang lebih 3.490 orang Pemilih Baru.
"Kami mencatat ada sekitar 3.490 pemilih Baru di kabupaten Batang hari dengan dua kategori yakni pemilih pemula dan pemilih luar kabupaten batang Hari yang pindah Domisili ke Kabupaten Batang Hari" ujar Hendri.
Selain itu, Hendri juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data terkini, terdapat sebanyak 35 orang yang telah meninggal dunia dan telah diterbitkan akta kematiannya. Data ini harus segera disesuaikan agar tidak masuk dalam daftar pemilih yang diumumkan secara berkala.
"Data kematian ini penting untuk segera diproses dalam sistem agar daftar pemilih kita benar-benar bersih dan akurat," tambah Hendri.
Penulis : Syarif
Editor : Helmaidi
Foto : Dok. Bawaslu Batang Hari.